Memulai usaha di bidang kuliner adalah suatu tantangan baru bagi kami, yang sebelumnya menggeluti bisnis yang berbeda yaitu di bidang karpet dan interior.
Apalagi latar belakang pendidikan yang tidak berasal dari bisnis kuliner atau pernah bekerja di bidang ini. Sebagai mantan karyawan bank swasta yg kemudian mencoba usaha di bidang interior selama lebih kurang sepuluh tahun, kami merasa bahwa membuka bisnis di bidang kuliner adalah suatu tantangan baru.
Mencoba memperhitungkan berbagai aspek dalam bisnis ini memang terasa berat di awalnya apalagi kami ada di kota Bandung, yang sangat terkenal dengan kuliner, cukup banyak orang yang kami tahu ataupun kami lihat memulai usaha kuliner dan akhirnya menyerah karena persaingannya yang berat, namun hal ini menjadi salah satu motivasi kami untuk mencoba usaha ini.
Bermula dengan menawarakan hasil masakan kepada kerabat terdekat, tentu saja dengan gratis untuk mencoba apa yg kami masak, dan meminta tanggapan dan saran terhadap masakan itu, dari sinilah kami memulai.
Masakan Manado terkenal juga sebagai masakan yang "tidak halal" karena Kota Manado mayoritas di huni oleh suku Minahasa, banyak menggunakan bahan dasar makanannnya dari hewan yang tidak halal, seperti babi, anjing dan lain sebagainya. Hingga hari ini pun jika anda menyempatkan diri untuk mengunjungi kota Manado, ada bisa berkunjung ke kota terdekat nya yaitu kota Tomohon, dimana terdapat pasar yang cukup terkenal karena menjual berbagai macam hewan yang "tidak biasa" di konsumsi oleh orang pada umumnya khusunya bukan orang Minahasa.
Sedari awal kami sudah menentukan bahwa makanan yang kami akan jual adalah Masakan yang Halal, karena kami ada di Kota Bandung tentunya yang mayoritas penduduknya beragama Islam, walaupun dalam masa penjajakan kami kepada kerabat yang kami berikan "tester" makanan memberikan masukan bahwa sebaiknya menjual makanan yang tidak halal karena sulit mencari masalakn manado yang "asli" menurut mereka di kota Bandung.
Namun karena kami telah menentukan dan tetap pada keputusan bahwa kami akan menjual masakan yang dapat di terima semua orang, kira2 gampangnya seperti itu. Akhirnya kami pun mulai memberanikan diri untuk menjual masakan kami ke beberapa orang terdekat yang sebelumnya sudah kami tawarkan "tester" nya dan ini menjadi respon positif buat kami karena mereka mau dan bahkan beberapa kali memesan masakan kami.
Setelah berjalan dengan cara "jualan Online" dalam beberapa waktu, karena untuk membuka resto kendala terbesar bagi kami adalah tempat. Biaya sewa tempat cukup bahkan bisa dikatakan sanga mahal untuk bisnis pemula seperti kami di kuliner.
"Pucuk di Cinta Ulam Tiba" suatu waktu kakak kami menawarkan lokasi / tempat untuk di buat resto yang cukup untuk "startUp bisnis", tentunya dengan kerja sama usaha. Peluang ini tidak kami sia-siakan. Maka mulailah kami melakukan "setup". Menentukan "brand" untuk usaha ternyata perlu proses dan Dan tepat tanggal 2 April 2016 usaha " Warong OmaMie".
BRAND Warong OmaMIE
Menentukan nama ternyata bukanlah hal yang mudah, dari beberapa kali diskusi akhirnya kami menentukan konsep awal dari usaha kuliner ini dengan konsep makanan yang akan disajikan adalah makanan sehari-hari yang di konsumsi orang manado, “konsep makanan rumahan” itulah yang menjadi patokan awal untuk menyusun menu dan membuat “brand”.
Warong dalam istilah orang manado seperti halnya warung dalam bahasa Indonesia, untuk lebih menampilkan suasana yang sederhana dan “rumahan”. Sedangkan OmaMIE, itu berasal dari panggilan kepada mami kami (Alm) oleh cucunya dengan sebutan Oma MIE, karena banyak resep yang disajikan adalah berasal dari beliau. Jadi bisnis ini adalah salah satu warisan dari orang tua, walaupun hanya dalam resep. Suatu hal yang kecil dan tidak di sadari sebelumnya, yang saat ini menjadi satu kebanggaan keluarga.
Dukungan moril dan materi saat memulai usaha ini dari keluarga sangat membantu dan menjadi “amunisi” yang kuat untuk memulai bisnis ini, dan tentunya semuanya hanya karena Anugerah Tuhan.
“Tidak ada kata terlambat untuk memulai suatu usaha , mulailah melangkah dan kamu akan menemukan jalannya”
GOD Bless You All
Hati2 dengan makan disini, di menu tertulis harga paket 36rb ketika bayar si kasir nya malah ngmg 46rb, karena dikasih ikan yg besar. Padahal dari awal akad nya otu 36rb dan tidak ada pemberitahuan ikannya di upgrade.
BalasHapus